DESAIN KOS-KOSAN YANG SEHAT

Membuat kos-kosan merupakan investasi jangka panjang yang positif, karena harga tanah kian waktu kian naik harganya sehingga bisa menjadi tabungan di hari tua. Karena dengan memiliki kos-kosan dapat menjadi pendapatan tiap bulan yang menguntungkan. Tentunya perencanaan kos-kosan harus direncanakan dengan sebaik mungkin, karena banyak kasus anak yang kos tidak betah karena berbagai hal. Sebagai contoh karena kurang bagusnya perencanaan, sebuah kos-kosan menjadi lembab, kamar pengap dan panas, ukuran kamar yang tidak ideal dan lain sebagainya.

Maka dari itu sebuah kos-kosan harus direncanakan sebaik mungkin, yang sehat dan punya nilai arsitektur, sehingga memberikan nilai tambah pada kos-kosan dan menaikan harga sewa. 

Pengaturan sirkulasi udara dan pencahayaan seluruh kamar sangat penting, agar kamar tidak lembab, pengap ataupun terlalu panas. Lembab dapat menimbulkan jamur pada kamar kos, sehingga kurang sehat untuk ditempati.

Berikut adalah beberapa desain kos-kosan:

Kos Bapak Ade Jl. Kaliurang Km 14 Pakem, Sleman, Yogyakarta


Desain kos Bapak Ade berikut ini berada di sekitar kampus Universitas Islam Indonesia, yang mana lokasinya sangat strategis untuk dibangun kos-kosan. Jumlah mahasiswa UII yang kian tahun kian bertambah membuat Bapak Ade berinvestasi dengan membangun sebuah kos-kosan. 

Setelah melihat lokasi, pengukuran site, kemudian berbincang dan berdiskusi dengan pemilik, pemilik menghendaki kos-kosan berlantai 2, yang mana lantai 1 difungsikan sebagai area servis berupa; ruang pengelola kos (ruang keluarga dan dapur), kios tepat di depan gerbang masuk, warung makan dan angkringan berada di belakang kios. Untuk lantai 2 semua difungsikan sebagai kamar-kamar kos yang ukuran kamar 3 meter x 3 meter dengan kamar mandi di dalam berukuran 1,5 meter x 1,2 meter. 

Bentuk denah kos-kosan cenderung leter U dengan ruang tengah dan depan terbuka sebagai area parkir dan sebagai ruang bernafas sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik. Selain itu setiap kamar mendapatkan sinar matahari dengan bukaan jendela yang menghadap area terbuka baik di area parkir leter U ataupun ruang terbuka di bagian belakang (taman), sehingga kamar tidak lembab.


Area parkir motor berada di samping dengan atap polycarbonat. Pagar bagian depan dan samping memakai material conwood dipasang renggang dengan jarak 10-20 cm agar tidak terlalu tertutup sehingga tidak menghalangi pandangan karena posisinya berada di sudut tikungan jalan. Pintu gerbang menggunakan material besi hollow sebagai rangka dan kayu merbau yang disusun berjajar rapat dengan jarak 3-5 cm. 


Permainan fasad/tampak bangunan menggunakan material conwood di pasang vertikal garis-garis tegas dengan finishing cat warna kayu natural. 


Selain menggunakan bukaan jendela sebagai sirkulasi udara  pada dinding bagian belakang kamar memakai rooster. Pagar menggunakan pasangan bata dengan tinggi 100-150 cm yang diatasnya dipasang BRC agar tidak terlalu tertutup.



0 komentar:

Posting Komentar